Rabu, 26 Mei 2010

askep anak dengan diare

ASUHAN KEPERAWATAN PADA ANAK DENGAN DIARE

A. KONSEP DASAR
1. DEFENISI
Diare adalah kehilangan cairan dan elektrolit secara berlebihan yang terjadi karena frekuensi satu kali atau lebih buang air besar dengan bentuk tinja yang encer atau cair.

2. ETIOLOGI
a Faktor infeksi
1.) Bakteri ; Enteropathogenic escheria coli, salmonella, shigella, yersinia enterocolitica.
2.) Virus ; enterovirus – echoviruses, adenovirus, human retrrovirua – seperti agent, rota virus.
3.) Jamur ; candida enteritis
4.) Parasit ; giardia clamblia, crytosporidium.
5.) Protozoa .
b Faktor non infeksi
1.) Alergi makanan ; susu, protein.
2.) Gangguan metabolic atau malabsorbsi ; penyakit celiac, cystic fibrosis pada pancreas.
3.) Iritasi langsung pada saluran pencernaan oleh maknan.
4.) Obat – obatan ; seperti antibiotik.
5.) Penyakit usus ; cholitis ulcerative, crohn disease, enterocolitis.
6.) Emosional atau stress
7.) Obstruksi usus

3. PATOFISIOLOGI
a Meningkatnya motalitas dan cepatnya pengosongan pada intestinal merupakan akibat dari gangguan absorbsi dan ekskresi cairan dan elektrolit yang berlebihan.
b Cairan, sodium, potassium dan bicarbonat berpindah dari rongga extraseluler kedalam tinja, sehingga mengakibatkan dehidrasi kekurangan elektrolit dan dapat terjadi asidosis metabolic.
c Diare yang terjadi merupakan proses dari :
1.) Transport aktif akibat rangsangan toksin bakteri terhadap elektrolit kedalam usus halus. Sel dalam mokosa intestinal mengalami iritasi dan meningkatnya sekresi cairan dan elektrolit. Mikroorganisme yang masuk akan merusak sel mokosa intestinal sehingga menurunkan area permukaan intestinal, perubahan kapasitas intestinal dan terjadi gangguan absorbsi cairan dan elektrolit.
2.) Peradangan akan menurunkan kemampuan intestinal untuk mengabsorbsi cairan dan elektrolit serta bahan – bahan makanan, ini biasa terjadi pada sindrom malabsorbsi.

4. MANIFESTASI KLINIS
a Sering buang air besar dengan konsistensi tinja cair atau encer
b Terdapat tanda dan gejala dehidrasi ; turgor kulit jelek ( elastisitas kulit menurun ) ubun – ubun dan mata cekung, membran mukosa kering.
c Kram abdominal.
d Demam.
e Mual dan muntah
f Anorexia
g Lemah
h Pucat
i Perubahan tanda –tanda vital ; nadi dan pernafasan cepat
j Menurun atau tidak ada pengeluaran urine.

5. PENATALAKSANAAN TERAPEUTIK
a Penanganan fokos pada penyebab
b Pemberian cairan dan elektrolit ; oral ( pedialyt atau oralyt ) atau terapi parenteral.
c Pada bayi, pemberian ASI diteruskan jika penyebab bukan dari ASI.


6. PEMERIKSAAN PENUNJANG
a Riwayat alergi pada obat – obatan atau makanan
b Kultur tinja
c Pemeriksaan elektrolit, BUN, creatinin dan glukosa
d Pemeriksaan tinja ; pH, leukosit, glukosa dan eritrosit.

7. KOMPLIKASI
a Dehidrasi
b Hipokalemi
c Hipokalsemi
d Cardiacdisrhythmias akibat hipokalemi dan hipokalsemi.
e Hiponatremi
f Syok hipovalemik
g Asidosis


B. PENATALAKSANAAN PERAWATAN
1. PENGKAJIAN
a Kaji riwayat diare
b Kaji status hidrasi ; ubun – ubun, turgor kulit, mata, membran mukosa mulut.
c Kaji tinja ; jumlah, warna, bau, konsistensi dan waktu buang air besar.
d Kaji intake dan out put
e Kaji berat badan
f Kaji tingkat aktifitas anak
g Kaji tanda – tanda vital

2. DIAGNOSA KEPERAWATAN
a Kurangnya volume cairan berhubungan dengan seringnya buang air besar dan encer.
b Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan menurunya intake dan menurunya absorbsi makanan dan cairan.
c Kurangnya pengetahuan berhubungan dengan perawatan anak
d Cemas dan takut pada anak / orang tua berhubungan dengan hospitalisasi dan kondisi sakit
e Resiko gangguan integritas kulit berhubungan dengan seringnya buang air besar
f Resiko infeksi pada orang lain berhungan dengan terinfeksi kuman diare atau kurangnya pengetahuan tentang pencegahan penyebaran penyakit.

3. PERENCANAAN
a Keseimbangan cairan dapat dipertahankan dalam batas normal yang ditandai dengan pengeluaran urine sesuai, pengisian kembali kapiler ( capillary refill ) kurang dari 2 detik, turgor kulit elastis, membran mukosa lembab dan berat badan tidak menunjukkan penurunan.
b Anak akan toleran dengan diit yang sesuai ditandai dengan berat badan dalam batas normal dan tidak terjadi kekambuhan diare.
c Orang tua dapat berpartisipasi dalam perawatan anak
d Anak dan orang tua menunjukkkan rasa cemas atau takut berkurang di tandai dengan orang tua aktif merawat anak, bertanya dengan perawat atau dokter tentang kondisi dan klarifikasi serta anak tidak menangis
e Anak tidak menunjukkan gangguan integritas kulit ditandai dengan kulit utuh dan tidak lecet
f Tidak terjadi penularan diare pada orang lain

4. IMPLEMENTASI
a Meningkatkan hidrasi dan keseimbangan elektrolit
1.) Kaji status hidrasi ; ubun – ubun, mata, turgor kulit dan membran mukosa
2.) Kaji pengeluaran urine ; berat jenis urine atau pengeluaran urine sesuai dengan usia 1 – 2 ml / kg BB / jam.
3.) Kaji pemasukan dan pengeluaran cairan
4.) Monitor tanda – tanda vital
5.) Pemeriksaan labolatorium ; elektrolit, Ht, pH dan serum albumin
6.) Pemberian cairan dan elektrolit sesuai protocol ( oralit atau parenteral )
7.) Pemberian obat anti diare dan antibiotik sesuai program
8.) Anak diistirahatkan

b Meningkatkan kenutuhan nutrisi yang optimum
1.) Timbang berat badan anak setiap hari
2.) Monitor itake dan out put
3.) Setelah rehidrasi berikan minuman oral dengan sering dan makanan sesuai dengan diit dan usia atau berat badan anak
4.) Hindari minuman buah – buahan.
5.) Lakukan oral hygiene setiap habis makan
6.) Bagi bayi ASI tetap diteruskan, bila bayi tidak toleran dengan ASI berikan formula rendah laktosa
c Meningkatkan pengetahuan orang tua
1.) Kaji tingkat pemahaman orang tua
2.) Ajarkan tentang prinsif diit dan kontrol diare
3.) Ajarkan pada orang tua tentang pentingnya cuci tangan untuk menghindari kontaminasi
4.) Jelaskan tentang penyakit, perawatan dan pengobatan.
5.) Jelaskan pentingnya kebersihan
d Menurunkan rasa takut / cemas pada anak dan orang tua
1.) Ajarkan kepada orang tua untuk mengekspresikan perasaan takut dan cemas ; dengarkan keluhan orang tua dan bersikap empati serta sentuhan terapeutik.
2.) Gunakan komunikasi terapeutik ; kontak mata, sikap tubuh dan sentuhan
3.) Jelaskan setiap prosedur yang akan dilakukan pada anak dan orang tua
4.) Libatkan orang tua dalam perawatan
5.) Jelaskan kondisi anak, alasan pengobatan dan perawatan
e Mempertahankan keutuhan kulit
1.) Kaji kerusakan kulit atau iritasi setiap buang air besar
2.) Gunakan kapas lembab dan sabun bayi ( pH normal ) untuk membersihkan anus setiap buang air besar
3.) Hindari dari pakaian dan alas tempat tidur yang lembab
4.) Ganti popok / kain apabila lembab atau basah
5.) Gunakan obat cream bila perlu untuk perawatan perineal
f Mengurangi dan mencegah penyebaran infeksi
1.) Ajarkan cara mencuci tangan yang benar pada orang tua dan pengunjung
2.) Segera bersihkan dan angkat bekas buang air besar dan tempatkan pada tempat khusus
3.) Gunakan standar pencegahan universal
4.) Tempatkan pada ruangan khusus

5. PERENCANAAN PEMULANGAN
a Jelaskan penyebab diare
b Ajarkan untuk mengenal komplikasi diare
c Ajarkan untuk mencegah penyakit diare dan penularannya
d Ajarkan perawatan anak ; pemberian makanan dan minuman ( oralit )
e Ajarkan mengenal tanda – tanda dehidrasi ; ubun- ubun dan mata cekung, turgor kulit tidak elastis, membran mukosa kering
f Jelaskan obat – obatan yang diberikan ; efek samping dan kegunaannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar